Berikutini adalah alasan teks di atas bukan termasuk teks anekdot, kecuali. A. tidak lucu/konyol. B. tidak memiliki pesan moral. C. tidak memiliki konjungsi sebab-akibat. D. tidak menggunakan konjungsi temporal. E. tidak memiliki struktur abstraksi-orientasi-krisis-reaksi-koda Postmodernismelahir di St. Louis, Missouri, 15 Juli 1972, pukul 3:32 sore. Ketika pertama kali didirikan, proyek rumah Pruitt-Igoe di St. Louis di anggap sebagai lambang arsitektur modern. Yang lebih penting, ia berdiri sebagai gambaran modernisme, yang menggunakan teknologi untuk menciptakan masyarakat Utopia demi kesejahteraan manusia. Harusada perubahan mendasar pada konsep, metode dan strategi sekaligus penilaian dalam mengajar termasuk assesmennya. Selain itu, KBK juga menuntut guru untuk familiar dengan teknologi informasi, dapat mengakses internet, akrab dengan ilmu pengetahuhan, teknologi dan seni, memahami hubungan antara bidang studinya dengan bidang studi lainnya Kisahdongeng yang sering diangkat menjadi saduran, dari kebanyakan sastrawan dan penerbit lalu dimodifikasi menjadi dongeng ala modern. Dongeng termasuk dalam cerita rakyat lisan. Menurut Danandjaja (1984) cerita rakyat lisan terdiri atas mite, legenda, dan dongeng. Mite adalah cerita rakyat yang dianggap benar-benar terjadi dan dianggap suci SMAN1 PRAYA TIMUR TAHUN 2019. 1. Bacalah teks Berikut. Konferensi Danau Nusantara yang digelar di Gorontalo menghasilkan Deklarasi Limboto. Deklarasi ini ditandatangani oleh sejumlah Kepala daerah di Indonesia yang memiliki danau di wilayah administrasinya. Salah satu isi deklarasi adalah kesepakatan membentuk forum daerah peduli 3 KATA PENGANTAR. Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas berkat rahmat dan hidayah-Nya pulalah modul yang berjudul “Bahasa Indonesia SMA/MA Kelas X Semester 1” ini dapat diselesaikan dengan baik. Penulis berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan. Tekskeagamaan (al-Qur’an dan hadits) senyatanya merupakan repson Islam atas realitas sosial kala itu. Memaknai teks keagamaan tanpa mempertimbangkan aspek historisitas teks tersebut sama saja dengan menempatkan teks pada ruang hampa sejarah, di mana teks tidak ubahnya semacam narasi beku yang tidak responsif akan tantangan zaman. Keefektifanpenggunaan media komik tanpa teks dapat dilihat dari Uji-t kenaikan skor kedua kelompok dan gain skor dari masing-masing kelompok. Hasil Uji-t kenaikan skor keterampilan menulis dongeng kelompok kontrol dan kelompok eksperimen menghasilkan t hitung = 3,132 dengan df 57, dan nilai p sebesar 0,003. Mampumelafadzkan dalil tentang pengendalian diri. 3. Mampu menyebutkan contoh mengendalikan diri. 4. Mampu menyebutkan hikmah tanggung jawab. Dalam memenuhi hak hak individu ada batasan batasan agar jangan sampai kita melanggar hak orang lain. Pengendalian diri mutlak dibutuhkan supaya terjadi harmonis kehidupan sosial. 3 Kaidah Anekdot Anekdot tergolong ke dalam teks bergenre cerita. Berdasarkan hal tersebut, secara kebahasaan (language features) anekdot memiliki karakteristik sebagai berikut. a. Banyak menggunakan kalimat langsung ataupun tidak langsung. Kalimat-kalimat itu dinyatakan dalam bentuk dialog para tokohnya. Hal itu seperti yang tampak pada anekdot BPla. Jakarta – Tes anekdot adalah teks yang memaparkan cerita singkat yang menggandeng dan komikal dan mengesankan karena isinya aktual kritik ataupun pasemon terhadap garis haluan, layanan mahajana, perilaku penguasa, ataupun suatu fenomena/kejadian. Teks anekdot berfungsi sindiran ataupun kritikan dengan sajian berbentuk humor atau lelucon. Parodi tersebut dapat berkaitan dengan komplikasi politik, hukum, atau rasam sehari-hari. 8 Kelebihan Olahraga Sepak Takraw kerjakan Tubuh Pengertian Cuci Darah dan Fakta Pentingnya Varietas-Tipe Kebiasaan Pemicu Gangguan Kesehatan Mental Anekdot biasanya mengangkat cerita tentang orang terkenal ataupun penting tokoh masyarakat bersendikan apa yang terjadi. Hal tersebut nan menjadi dasar intern cerita lucu dengan menambahkan unsur rekaan. Jadi, pustaka anekdot dibuat sebagai satu di antara tulang beragangan kritik yang membentangkan realita sosial dengan prinsip yang eksklusif, jenaka, dan gecul. Sebagaimana jenis teks lainnya, teks anekdot mempunyai ciri solo pada struktur dan kaidah kebahasaan nan digunakan. Berikut ini rangkuman tentang struktur dan pendirian kebahasaan referensi anekdot, begitu juga dilansir berpokok laman Jumat 27/8/2021. Struktur Teks Anekdot Ilustrasi batik. /Copyright Teks anekdot tersusun dari beberapa struktur. Adapun struktur teks anekdot terdiri atas khayali, adaptasi, krisis/komplikasi, reaksi, dan koda. Abstrak Abstrak merupakan penggalan semula bacaan anekdot yang berfungsi memberikan paparan tentang isi teks. Pada bagian ini biasanya menunjukkan kejadian tersendiri nan akan ada internal bacaan. Abstrak dapat disebut seumpama tahap alas kata. Bagian ini sifatnya opsional. Adaptasi Pembiasaan adalah putaran teks nan menunjukkan awal kejadian cerita atau latar pinggul suatu peristiwa terjadi. Galibnya pencatat bercerita dengan detail di bagian ini. Episode ini mengarah plong terjadinya suatu keruncingan, konflik, atau peristiwa utama. Plong putaran ini juga yang menjadi penyebab timbulnya krisis. Bagian adaptasi ini berfungsi untuk membangun teks. Krisis maupun Penyakit Komplikasi merupakan bagian bacaan nan menunjukkan hal atau keburukan yang spesial dan tidak biasa nan terjadi pada anak adam nan diceritakan. Krisis dimaknai sebagai saat terjadinya ketidakpuasan atau kejanggalan. Makara, pada bagian ini berisi kekonyolan nan menggelitik dan mengundang tawa. Fragmen ini lagi dianggap sebagai inti dari kejadian anekdot. Reaksi Reaksi adalah bagian pustaka nan menerangkan mandu penulis ataupun bani adam nan diceritakan intern menyelesaikan masalah yang timbul di putaran keruncingan. Reaksi itu berkenaan dengan tanggapan ataupun respons atas krisis nan dinyatakan sebelumnya. Reaksi bisa berupa sikap mengkritik atau menertawakan. Bagian ini acap kali peranjat, sesuatu yang enggak terduga, mencengangkan. Reaksi dijadikan sebagai putaran yang memasrahkan penyelesaian komplikasi, model dengan menunggangi kaidah nan menyentak dan farik dari biasanya. Koda Koda yaitu babak akhir berbunga cerita individual tersebut yang menguraikan simpulan tentang keadaan nan diceritakan oleh penulis. Koda sama dengan penutup pertanda berakhirnya cerita. Di dalamnya berisi persepakatan, komentar, atau penjelasan atas maksud bersumber kisahan yang dipaparkan sebelumnya. Kehadiran koda bersifat opsional, merupakan dapat ada atau tidak ada plong sebuah teks anekdot. Cara Kebahasaan Teks Anekdot Ilustrasi batik. Nick Morrison/ Unsplash Kaidah Kebahasaan Bacaan Anekdot Kalimat Serentak Banyak menggunakan kalimat langsung yang bervariasi dengan kalimat-kalimat tak langsung. Kalimat-kalimat langsung merupakan petikan dari dialog para tokohnya, padahal kalimat tidak langsung merupakan bentuk penceritaan sekali lagi dialog seorang tokoh. Penggunaan Nama Biang keladi Penting atau Orang Ketiga Tunggal Pemanfaatan ini dapat disebutkan secara langsung nama gembong faktualnya, tokoh yang disamarkan, atau dalang-tokoh publik lainnya. Keterangan Waktu Keterangan waktu, misalnya semalam, sore ini, suatu hari, ketika itu. Introduksi Kiasan Kata kiasan alias konotasi merupakan kata yang lain memiliki makna sepantasnya. Kata ini boleh kasatmata idiom alias aforisme. Kalimat Pasemon Kalimat sindiran yang diungkapkan dengan pengandaian, rasio, dan lawan kata atau antonim. Konjungsi Penjelas Konjungsi penjelas atau pengurai, seperti mana bahwa. Kejadian ini karena berkaitan dengan pengubahan dialog berusul kalimat serampak ke kalimat tak simultan. Prinsip Kebahasaan Teks Anekdot Ilustrasi mengetik di laptop. /Copyright mazzarello Pendirian Kebahasaan Teks Anekdot Pembukaan Kerja Material Kata kerja material yakni kata yang menunjukkan satu aktivitas yang dapat dilihat oleh panca indra. Hal ini tersapu dengan tindakan tokoh dan alur yang membentuk rangkaian keadaan atau kegiatan. Kata kerja Mental Prolog kerja mental yakni prolog yang menyatakan sesuatu nan dipikirkan atau dirasakan seorang pengambil inisiatif. Konjungsi Sebab Akibat Kata sambung sebab akibat merupakan konjungsi yang menyatakan sebab akibat, seperti demikian, oleh karena itu, maka, sehingga. Kalimat Imperatif Kalimat imperatif adalah kalimat nan bersifat alias memberi perintah atau dapat pun berupa peringatan, larangan. Kalimat Seru Kalimat seru rata-rata ditandai dengan tanda seru, yang bersifat kerjakan mementingkan maupun bak ungkapan rasa seseorang. Konjungsi Temporal Kata penghubung ini berguna kronologis temporal, sebagai halnya akhirnya, selanjutnya, kemudian, lalu. Kalimat Retoris Kalimat retoris adalah kalimat soal yang tak membutuhkan jawaban. Kalimat retoris di sini boleh juga sebagai kalimat yang mengandung pelesetan. Sumber Kemdikbud Berita Video Saat Lucu Detik Wawancara Ole Gunnar Solskjaer dan Jesse Lingard, Pemberita Lupa Mute Zoom Source Kalimat Sindiran dalam Teks Anekdot – Siswa memahami bentuk-bentuk kalimat sindiran dan dapat menerapkannya dalam teks anekdot. Kalimat Sindiran dalam Teks Anekdot Pada topik sebelumnya, kalian sudah mengetahui struktur dan kaidah teks anekdot, bukan? Mari ingat-ingat kembali. Struktur anekdot terdiri atas abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda. Nah, kaidah teks anekdot di antaranya adalah sebagai berikut. Mengandung kata kias atau konotasi, mengandung kalimat sindiran, mengandung pertanyaan retoris, mengandung kalimat yang menyatakan ajaran moral. Teks anekdot sering dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menyindir layanan publik atau keadaan sosial masyarakat. Sebagai sebuah karya, anekdot ini penting untuk dipelajari karena bisa jadi cara yang menyenangkan dalam memupuk kepedulian sekitar. Pada topik kali ini, kita akan memperdalam pengetahuan kita tentang kalimat sindiran dalam teks anekdot. Teks anekdot bisa berisi sindiran halus dan pengandaian. Struktur di bawah ini dapat digunakan ketika membuat teks anekdot. Kalimat pengandaian; kalimat perbandingan; dan antonim. Perhatikan teks anekdot di bawah ini! Teks 1 Seorang pejabat daerah diwawancarai di sebuah alun-alun kota. MC Wah, Bapak hebat, ya, kota ini jadi bersih sejak Bapak menjabat. Pejabat Tidak hebatlah Mba, semua ini karena kita ingin lebih baik saja. MC Program apa saja yang sudah Bapak lakukan? Pejabat Saya sering melakukan penyuluhan, mendesain, dan menyebar tong-tong sampah unik di setiap sudut fasilitas umum sehingga masyarakat semangat membuang sampah di tempat sampah. MC Sederhana, ya, Pak? Pejabat Iya, kita hanya mengasah kepekaan mereka terhadap sampah. Usai wawancara, pejabat itu dihampiri pemulung. Pemulung Maaf Pak, mau ambil gelas plastik bekas di situ. Pejabat Di mana? Pemulung Itu, dari tadi Bapak injek . Pejabat Wah, saya tidak tahu Pemulung Tidak apa apa Pak, pandangan Bapak, kan, menjangkau khalayak luas dan umum, saya ngurusi yang khusus ini. Mari Kita Ulas Teks anekdot di atas menyindir pejabat yang berbicara tentang sesuatu yang baik dan besar, tapi lupa dengan hal-hal buruk terdekat dari mereka. Teks anekdot di atas menyindirnya dengan menggunakan antonim kata umum dan khusus. Kalian dapat mengamatinya pada kalimat terakhir, yaitu “Tidak apa apa Pak, pandangan Bapak, kan, menjangkau khalayak luas dan umum, saya ngurusi yang khusus ini.” Antonim dalam kalimat tersebut adalah luas/umum >< khusus. Antonim adalah kata-kata yang berlawanan maknanya atau berpasangan. Contoh tinggi-rendah, umum-khusus, luas-sempit, siang-malam, gelap-terang, besar-kecil, dan sebagainya. Dalam teks anekdot, antonim digunakan untuk menyindir secara halus dan mengutarakan sebuah kenyataan yang seharusnya berlawanan. Teks 2 Paru-Paru Dunia Indonesia adalah salah satu paru-paru dunia, bukan? Saya rasa dunia harus segera membawanya ke rumah sakit karena saat ini kabut asap sudah membuat paru-paru dunia sakit. Saya khawatir nanti, seandainya paru-paru sudah semakin parah, dunia pun bisa jadi di ICU-kan. Mari Kita Ulas! Teks kedua merupakan teks anekdot berupa monolog. Dalam teks tersebut, sindiran dilakukan pada dunia yang berlaku acuh tak acuh terhadap musibah asap yang terjadi di Indonesia. Sindiran ini disampaikan melalui kalimat pengandaian. Kalian perhatikan kalimat “Saya khawatir nanti, seandainya paru-paru sudah semakin parah, dunia pun bisa jadi di ICU-kan.” Teks tersebut membuat pengandaian Indonesia sebagai paru-paru. Dalam pengandaian ini, kita harus jeli memandang persamaan dari peristiwa sosial yang diceritakan dan karakter orang yang diceritakan dengan benda yang akan kita jadikan pengandaian. Dalam teks anekdot, pengandaian bisa terlihat dari pemarkah kata hubung pengandaian. Kata hubung ini adalah umpama, andaikan, atau seandainya. Setelah melihat contoh dan ulasan, kalian pasti bisa menganilisis teks anekdot lebih baik lagi. Selain itu, kalian bisa membuat anekdot sendiri. Point Penting Kalimat sindiran digunakan dalam teks anekdot. Kalimat sindiran bisa berupa pengandaian, perbandingan, atau antonim. Views 9,677 Mahasiswa/Alumni Universitas Sanata Dharma04 Januari 2022 0754Hai, Tissa Y. Terima kasih sudah bertanya ke Roboguru. Kakak bantu jawab, ya. Jawaban yang tepat adalah B. Yuk, kita simak pembahasannya. Teks anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan, biasanya mengenai orang penting atau terkenal dan biasanya berdasarkan kejadian yang sebenarnya serta mempunyai maksud untuk melakukan kritik atau menyampaikan pesan lewat kritikan tersebut. Bahasa yang digunakan dalam teks anekdot sebagai berikut. 1. Kata kias atau konotasi adalah kata yang tidak memiliki makna sebenarnya. 2. Kalimat sindiran yang diungkapkan dengan pengandaian, perbandingan, dan lawan kata atau antonim. 3. Pertanyaan retoris adalah pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban. 4. Kalimat yang menyatakan ajaran moral/pesan kebaikan. 5. Konjungsi. Dari pemaparan tersebut, yang tidak termasuk kalimat sindiran adalah bahasa konotasi. Jadi, jawaban yang tepat adalah B. Semoga membantu.