POJOKSATUid, JAKARTA – Presiden Joko Widodo melaksanakan salat Id di Masjid Istiqlal beserta Wapres Jusuf Kalla dan para m. POJOKSATU.id, JAKARTA – Presiden Joko Widodo melaksanakan salat Id di Masjid Istiqlal beserta Wapres Jusuf Kalla dan para m 25 Juni 2017 08:14 WIB 25 Juni 2017 08:14 WIB Somia. Jadwal Bola Malam Ini : PSM vs REPUBLIKACO.ID, JAKARTA -- Pengurus Masjid Istiqlal melakukan berbagai persiapan untuk menyambut Bulan Suci Ramadhan. Persiapan itu dilakukan agar maksimal dalam melayani umat Islam yang akan melakukan ibadah di masjid kebanggan warga Jakarta tersebut.Kepala Bagian Protokol dan Humas Masjid Istiqlal, Abu Hurairah Abd Salam TABLIGHAKBAR di MASJID ISTIQLAL,JAKARTA (Ahad, 21 April 2013 Bersama FADHILATUS SYAIKH ABDURRAZZAQ BIN ABDUL MUHSIN AL AL BADR hafidzohumallah /Masjid Nabawi,Madinah,KSA) Jadwal dan Judul Kajian di Masjid Nurul Iman, Blok M, Jakarta Selatan (9 Agustus 2014) Ummu Adam Zakariya - 7 years ago Jakarta Akun Instagram (IG) indonesiabertauhidid mengunggah foto Kajian Islam Ahad yang berlangsung di Masjid Istiqlal, Ahad (2/12/208). Acara yang berlangsung bersamaan digelarnya Selasa, 25 Januari 2022 LetakGereja Katedral dan Masjid Istiqlal relatif dekat. Informasi mengenai perubahan jadwal misa ini disebarkan melalui akun facebook resmi Gereja Katedral Jakarta. (18/6/2017). Ia mengatakan, penyesuaian jadwal misa ini baru pertama kali dilakukan oleh Gereja Katedral kerena Shalat Id tahun ini diperkirakan jatuh pada hari Minggu. Padatahun lalu pemotongan berlangsung setelah shalat Isya dan berlangsung hingga larut malam. Pendistribusiannya pun pada di tengah malam. PengelolaGereja Katedral mempersilakan jemaah salat id Masjid Istiqlal untuk memarkir kendaraannya di tempat mereka. Jakarta Pusat, Minggu (25/6/2017) sekitar pukul 07.00 WIB, parkiran bagian PROFILMASJID; JADWAL SHOLAT; TAG # Ayo Toss TBC GNPF: Hikmah Aksi 112 Dipindahkan ke Masjid Istiqlal. Reporter : Maulana Kautsar Sabtu, 11 Februari 2017 12:23 Aksi 112 Di Sekitar Masjid Istiqlal, Jakarta (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A) Nasional dan Bundaran HI. Tetapi, pihak kepolisian tak memberi izin rencana tersebut, sehingga aksi 112 UmatIslam di seluruh dunia sebentar lagi akan menjalani Ibadah puasa di bulan Ramadan 1438 Hijriah2017 Masehi - Megapolitan - Okezone Megapolitan Rombongan umat lansia dari berbagai paroki di KAJ berkunjung ke Masjid Istiqlal Jakarta. Perjumpaan dengan umat beragama lain memperkokoh kehidupan iman. 2017. Enam Imam Baru akan Agenda November 24, 2017. PERAYAAN EKARISTI TAHBISAN EPISKOPAL Agenda April 22, 2022. Jadwal Misa Rabu Abu sb3ZLbh. Kubah utama masjid Istiqlal berdiamater 45 meter, sebagai simbol dari tahun kemerdekaan RI Masjid Istiqlal mempunyai 12 pilar yang melambangkan tanggal lahir Nabi Muhammad SAW Dalam bahasa Arab, nama Istiqlal berarti kemerdekaan Mimbar yang digunakan khotib untuk menyiarkan khotbahnya Masjid Istiqlal mampu menampung jamaah hingga ribuan orang Ide mendirikan masjid sebagai simbol kemerdekaan tercetus di tahun 1953 Pembangunan masjid Istiqlal memakan waktu hingga 17 tahun Teras raksasa mempunyai luas sekitar meter persegi Masjid Istiqlal mempunyai kegiatan rutin harian, bulanan, dan tahunan, kegiatan makin banyak memasuki bulan Ramadan Kaligrafi dua kalimat syahadat terpampang di bagian tengah masjid Lokasi masjid Istiqlal bersebelahan dengan gereja Katedral, menandakan masyarakat Indonesia yang penuh toleransi Masjid Istiqlal merupakan masjid yang sengaja dibangun sebagai simbol dari kemerdekaan Indonesia Secara keseluruhan masjid Istiqlal dibangun di lahan seluas 9,5 hektare Menara masjid Istiqlal mempunyai ketinggian cm, simbol dari jumlah ayat dalam Alquran Bagian kanan, kiri, belakang masjid Istiqlal dibuat bertingkat sehingga mampu menampung jamaah lebih banyak Lafadz Allah yang berada di bagian depan masjid TAK jauh dari Istana Negara, sebuah masjid besar berdiri megah. Begitu indah. Agung. Tamannya bak hutan kota lengkap dengan kolam air mancurnya. Dari teras masjid, Anda bisa melihat bangunan utama masjid dengan kubah besar dan menara yang menjulang tinggi. Jika malam, masjid bermandikan cahaya lampu yang memberikan suasana damai. Di dalam masjid terhampar karpet merah marun menutupi seluruh lantai. Tiang-tiang besar menopang kubah di atasnya. Ragam hias ornamen masjid begitu elegan. Sama seperti sisi luar, bagian interior juga memiliki tata pencahayaan yang mempesona. Itulah Masjid Istiqlal, masjid terbesar di Asia Tenggara, yang kian megah setelah direnovasi. Siapa sangka, butuh waktu lama bagi umat Islam untuk memiliki sebuah masjid agung di ibukota Jakarta. Keinginan itu sudah muncul pada masa kolonial Belanda. Saat itu masjid hanya terdapat di kampung-kampung dalam ukuran kecil dan sederhana. Namun, keinginan itu jelas tak mungkin terwujud. “Sehingga segala cita-cita tinggal angan-angan belaka,” ujar Solichin Salam dalam Masjid Istiqlal Sebuah Monumen Kemerdekaan. Pun ketika keinginan itu muncul lagi sekira 1944. Beberapa ulama dan tokoh Islam berkumpul di rumah Bung Karno di Pegangsaan Timur 56 sekarang Jl. Proklamasi Jakarta. Usulan itu disambut baik oleh Bung Karno tapi sulit dilaksanakan mengingat Jepang masih berkuasa di Indonesia. Barulah pada 1950 ide itu dibicarakan serius oleh Menteri Agama Wahid Hasyim bersama beberapa tokoh Islam. Pembangunan masjid agung bisa dianggap sebagai rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia di mana umat Islam ikut ambil peranan. Mereka menamakannya Istiqlal, diambil dari bahasa Arab yang artinya “merdeka”. Lalu, pertemuan sejumlah tokoh Islam di Jakarta tahun 1953 menghasilkan rekomendasi pembentukan Yayasan Masjid Istiqlal. Yayasan itu disahkan pada 7 Desember 1954 setelah mendapat restu dari Presiden Sukarno. Dalam pertemuan dengan presiden, mereka juga membicarakan penentuan tempat. Wakil Presiden Mohammad Hatta hadir. Tiap orang memiliki perbedaan pendapat tentang letak Istiqlal. Alwi Shahab, sejarawan Jakarta, mencatat Hatta mengusulkan Istiqlal dibangun di Jalan Thamrin. “Karena lokasi ini berdekatan dengan kampung-kampung yang berada di belakangnya,” tulis Alwi dalam “Istiqlal” termuat di Betawi Queen of The East. Sementara Sukarno memilih Taman Wijaya Kusuma dulu Wilhelmina Park, tak jauh dari Lapangan Banteng. Di taman warisan kolonialisme itu terdapat monumen pendudukan Belanda di Aceh dan Benteng Citadel Prins Frederik Hendrik yang tak terurus. Jauh dari keramaian dan permukiman. Banyak pohon rimbun di sekitarnya. Ada pula dua aliran sungai di dekatnya. Yuke Ardhiati dalam Bung Karno Sang Arsitek menyebut alasan lain Sukarno memilih lokasi ini. “Tak lepas dari ingatan masa kecil Sukarno semasa kecil yang sering bermain dan berenang di pinggir sungai.” Usulan Sukarno diterima peserta pertemuan. Istiqlal dibangun di Taman Wijaya Kusuma, tepat di samping Gereja Katedral. Sukarno juga menginginkan desain Istiqlal disayembarakan secara terbuka. Dewan juri sayembara pun dibentuk. Ada 22 gambar dan maket rancang bentuk dalam tiga dimensi masuk ke kantor dewan juri. Melalui sidang dewan juri, terpilih lima pemenang. Salah satunya F. Silaban dengan karya “Ketuhanan”. Yayasan menunjuk Silaban sebagai arsitek dan menjadikan karyanya sebagai rujukan Istiqlal. Yang menarik, Silaban seorang penganut Kristen Protestan. Tapi tak banyak masalah tentang latar belakangnya. “Bahkan, kabarnya papi sempat dipeluk oleh Hamka karena karyanya itu,” ujar Poltak Silaban, anak F. Silaban, dikutip 15 Juni 2017. Sukarno menyukai rancangan dan maket Silaban. Sebab, cocok dengan pandangannya tentang arsitektur Istiqlal. Dia ingin Istiqlal berbeda dari masjid-masjid Indonesia lainnya. Dia membayangkan Istiqlal memiliki arsitektur bangunan modern. Kuat, canggih, dan megah. “Bangsa yang besar tidak boleh memiliki sebuah masjid kayu yang beratap genteng; untuk kota besar seperti Jakarta yang menjadi pusat Indonesia, diperlukan masjid yang semewah mungkin, [masjid] yang menjadi tempat ibadah lima puluh ribu, enam puluh ribu, tujuh puluh ribu orang dan menggunakan bahan bangunan yang akan bertahan selama ratusan, bahkan ribuan tahun,” kata Sukarno dalam pidato pemancangan tiang pertama Masjid Istiqlal pada 24 Agustus 1961 bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Rancangan Silaban penuh dengan simbolisasi terhadap perkembangan agama Islam dan sejarah Indonesia. Pilar utama masjid berjumlah 12, melambangkan tanggal kelahiran Nabi Muhammad, 12 Rabiul Awal dalam penanggalan Hijriyah. Pilar tersebut berdiameter 45 meter sebagai penanda tahun kemerdekaan Indonesia. Pembangunan Istiqlal sempat terhenti beberapa kali. Masalahnya soal dana. Krisis ekonomi dan politik, disusul pergantian kepemimpinan nasional dari Sukarno ke Soeharto, juga punya andil. Pembangunan Istiqlal akhirnya dilanjutkan di bawah Menteri Agama M.. Dahlan. Panitia baru dibentuk dengan Idham Chalid menjadi koordinator Panitia Nasional Pembangunan Masjid Istiqlal. Masjid Istiqlal akhirnya diresmikan penggunaannya oleh Presiden Soeharto pada 22 Februari 1978. Sebuah masjid lambang kemerdekaan dan persatuan rakyat Indonesia telah berdiri. Berdirinya bangunan megah dua agama yang bersebelahan menunjukkan Bhineka Tunggal Ika. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini digunakan sebagai kantor berbagai organisasi Islam di Indonesia dan berbagai kegiatan seperti pengajian, tabligh akbar, dan perayaan hari besar Islam. Masjid ini juga menjadi destinasi wisata yang terkenal di Jakarta. Selama puluhan tahun, Masjid Istiqlal telah menjadi tempat bersatunya umat yang penuh kasih, saling menghargai, dan bertoleransi antar sesama bangsa Indonesia.* Artikel Terkait Foto Republika/ Yasin Habibi Umat muslim menanti berbuka puasa pada hari pertama bulan suci Ramadan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu... JAKARTA - Masjid Istiqlal menyambut Ramadhan 1438 H dengan berbagai kegiatan yang semarak. Menurut Wakil Ketua Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal BPPMI KH Bahrul Hayat, dalam Ramadhan tahun ini Masjid Istiqlal menggelar berbagai kegiatan. Di antara kegiatan itu antara lain, bazar, buka puasa takjil bersama untuk 100 ribu orang, santunan anak yatim, pesantren Ramadhan untuk Remaja, dan tentu saja ibadah shalat tarawih berjamaah dan I’tikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Shalat tarawih berjamaah dilaksanakan setiap hari di lantai utama. Berdasarkan rilis yang diterima kegiatan bazar dikemas dalam Istiqlal Ramadhan Fair berupa bazar aneka produk yang berlokasi di sekitar area parkir Masjid Istiqlal. Bazar ini menampilkan produk-produk fashion, buku, makanan dan minuman, aksesoris, produk herbal, dan berbagai produk lainnya. Bazar dilaksanakan mulai 19 Mei 2017 hingga 17 Juni tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Istiqlal juga akan menyediakan Takjil Ramadhan bagi sekitar 100 ribu orang selama Ramadhan. Setiap Senin-Jumat disediakan sekitar paket takjil. Sedangkan Sabtu-Ahad biasanya pengunjung jauh lebih banyak sehingga panitia menyediakan antara paket takjil. Banyaknya paket ini sangat tergantung sumbangan dari masyarakat dan perusahaan. Karena itulah, panitia dengan terbuka dan senang hati menerima berbagai sumbangan, baik berupa uang maupun makanan minuman untuk berbuka. Ibadah memberikan takjil makanan berbuka bagi orang yang berpuasa ini sangat menarik karena mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang tersebut. Sebelum buka bersama, diadakan membaca Alquran, zikir, dan tausyiah menjelang berbuka. Sebelum ashar, diadakan pentas seni budaya Islam di koridor juga akan mengadakan Pesantren Ramadhan bagi peserta yang terbagi dalam tiga gelombang. Masing-masing gelombang diselenggarakan selama tiga hari dua malam. Gelombang I diselenggarakan 28-30 Mei 2017 untuk peserta kelas 5-6 SD dan SMP, Gelombang II diselenggarakan 30 Mei sampai 1 Juni 2017 untuk peserta SMP. Gelombang III diselenggarakan 1-3 Juni 2017 untuk peserta tingkat SMA, mahasiswa, dan remaja umum. Pendaftaran peserta bisa dilakukan mulai 20 Mei 2017 bertempat di Bidang Diklat Tarbiyah Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal BPPMI, yang terletak di lantai dasar Masjid Istiqlal. Pada pertengahan Ramadhan, tepatnya 16 Juni 2017, Istiqlal akan mengadakan santunan anak yatim yang berada di Jakarta dan sekitarnya. Santunan ini berupa uang dan keperluan ibadah. Santunan ini juga hasil donasi dari para jamaah dan masyarakat. Pada malam 17 Ramadhan, Istiqlal akan mengadakan peringatan Nuzulul Quran. Peringatan malam turunnya Alquran akan diselenggarakan di lantai utama Masjid Istiqlal. Selama Ramadhan, Istiqlal juga menerima zakat, infaq, dan shadaqah dari masyarakat untuk disalurkan kepada yang amaliyah Ramadhan Masjid Istiqlal diakhiri dengan Takbir Bersama pada malam Idul Fitri dilanjutkan dengan Shalat Idul Fitri keesokan harinya. Masjid Istiqlal bisa menampung 16 ribu jamaah di lantai utama. Jika selasar dipergunakan, sebanyak 50 ribu orang bisa ditampung. Ketua Panitia Amaliyah Ramadlan Masjid Istiqlal, H Wahyono mempersilahkan masyarakat untuk beribadah secara khusyu’ di Masjid Istiqlal. Panitia dan pengelola akan memberikan pelayanan sebaik-baiknya agar kegiatan ibadah di bulan Ramadlan ini bisa memberikan dampak pribadi dan sosial bagi masyarakat muslim khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Baca Pengunjung Masjid Istiqlal Diimbau Jaga Kebersihan Tag marhaban ya ramadhan semarak ramadhan masjid istiqlal ramadhan 2017 Berita Lainnya