5Tips Cara Mencuci Baju Malam Hari Supaya Tetap Wangi 1. Pisahkan baju yang menyerap keringat alias yang baunya lebih kecut dengan baju beda yang tingkat kekotorannya ingin 2. Pastikan baju-baju ini anda cuci dengan benar-benar bersih. Kekuatan mengucek atau menggiling baju andai memakai 3.
Jikasudah, peras baju pelan-pelan dan jemur. 5. JEMUR BAJU DI TEMPAT TERBUKA NAMUN ATASNYA TERTUTUP (ADA HEMBUSAN ANGINNYA) Selanjutnya, segera jemur baju yang baru kamu cuci. Jemur di tempat yang terbuka atau ada hembusan anginnya. Pastikan di atas kamu menjemur baju tertutup ya Ladies. Hal ini agar baju tidak basah saat hujan turun.
Entahitu pagi, siang, sore, atau malam hari, hujan turun tanpa bisa diprediksi. Akibatnya, hawa di rumah pun tanpa sadar terasa lebih dingin dan lembap. Ketika musim hujan tiba, salah satu yang jadi pekerjaan rumah adalah pakaian setelah dicuci. Baca Juga: Musim Hujan Tiba, Begini Cara Membersihkan Sepatu agar Tidak Jamuran
Inijuga yang menyebabkan ibu kita selalu ambil jemuran pada malam hari. Jika ia lupa untuk mengangkatnya. Ini adalah penjelasan singkat tentang pakaian yang dijemur di luar pada malam hari oleh Ustaz Syahidan dari Kolej Universiti Islam Antarabangsa Selangor (KUIS), Malaysia seperti dilansir dari sembanggempak ini .
Diamkandulu seharian agar bahannya kembali elastis, kemudian baru boleh dicuci. Apabila, cuaca panas dan tubuh berkeringat, sebaiknya cuci saja setiap hari. Keringat bisa mengurangi elastisitas bra. Sementara itu, celana dalam bisa dicuci setelah dipakai. Khusus untuk motif renda, sutra, atau satin yang halus.
Caraini efektif demi menghindari pakaian mereka yang sehat terpapar virus-virus lainnya, seperti flu atau e.coli. Selain itu, cuci pakaian secara rutin agar tidak membuat kuman dan virus bertambah. Ganti pakaian setelah bepergian keluar atau sehabis berada dalam kerumunan besar.
Haihaiii Gan Sist Wahh ngga berasa yah, Hari Raya sudah lewat, aktifitas pun sudah berjalan seperti biasa lagi. Yah yang kerja sudah mulai kerja lagi, yang kuliah juga sudah mulai aktif kuliah lagi. Ehhh tapi siapa nihh yang kemarin ditinggal mudik oleh Asisten Rumah Tangga dan ngga balik-balik lagi? Wkwk.., biasanya sih memang seperti itu yah. Asisten Rumah Tangga ijin mudik ke kampung halama
Setelahsatu hari penuh beraktivitas, mulai dari bertemu klien, bermain dengan teman-teman atau bahkan setelah selesai berpesta, kenyamanan dari tempat tidur Anda tentunya sangat menggoda untuk langsung dicapai. Namun para ahli kulit mengatakan bahwa mencuci muka sebelum pergi ke tempat tidur adalah sebuah keharusan.
Pastikanair dalam takaran yang pas, sesuai ukuran baskom Anda dan banyaknya baju yang akan dicuci. 3. Tambahkan Deterjen atau Sabun Pembersih Lainnya Setelah itu, Anda bisa mencampurkan air dalam baskom yang telah disiapkan dengan deterjen atau sabun pembersih lainnya yang biasa Anda gunakan. Aduk hingga air dengan deterjen menyatu dengan benar.
Selanjutnya Anda dapat menggunakan deterjen dengan kandungan antiseptik atau disinfektan saat mencuci baju thrift untuk memastikan baju bersih sempurna dan terbebas dari kuman dan bakteri. Untuk menyingkirkan bau tidak sedap dari baju thrift, Anda bisa menggunakan cuka yang dilarutkan dengan air atau merendam pakaian dengan pewangi.
HrxTw. - Para pengguna media sosial pasti familiar melihat akun-akun thrift shop yang menjual barang-barang bekas, salah satunya pakaian. Thrift shop memang sedang jadi tren yang berkembang pesat belakangan ini di kalangan para fashion enthusiast. Bukan tanpa sebab, bagi orang yang ingin punya baju 'baru' yang masih layak pakai tapi dengan harga yang lebih murah bisa mendapatkannya di thrift shop. Kendati demikian, salah satu kelemahan dari baju bekas yang dibeli di thrift shop adalah kotor atau aroma yang tak sedap. Pasalnya memang pakaian tersebut sering kali tidak terpakai dalam waktu yang lama dan hanya diletakkan di lemari, sehingga menimbulkan bau apak. Baca Juga Mudah! Begini Cara Menyimpan Pakaian di Lemari agar Tak Lagi Berantakan Maka dari itu Kawan Puan perlu mencuci baju bekas yang dibeli dari thrift shop dengan cara yang benar agar tidak makin rusak dan terlihat lebih bagus. Berikut caranya seperti melansir dari PARAPUAN Pakaian Periksalah pakaian dengan sangat hati-hati untuk melihat kondisinya dan berapa lama kira-kira usia dari baju bekas tersebut. Ada beberapa hal yang perlu kamu cari saat memeriksa pakaian bekas tersebut, yaitu apakah ada noda, robekan, hingga kain halus yang perlu ditangani dengan hati-hati. Setelah itu jangan lupa membaca label perawatan yang sering terletak di kerah belakang kemeja dan blus, atau di tengah pinggang belakang celana dengan cermat. Kenali petunjuk tentang suhu air yang perlu digunakan saat mencuci pakaian, mengeringkan pakaian, memutihkan pakaian di toko barang bekas, dan tentang cara menyetrika pakaian. Namun jika ternyata tidak ada label perawatan pada baju bekas tersebut, kamu bisa membersihkannya dengan cara dry clean. 2. Sortir Pakaian Selain membaca label perawatan, kamu juga perlu menyortir pakaian berdasarkan beberapa faktor agar baju bekas tersebut dapat dicuci dan dikeringkan dengan tepat. Warna. Ini akan membantu kamu dalam mencuci agar warna yang cenderung lebih cerah atau berwarna putih tidak tercampur dengan warna yang lebih gelap. Kain. Kain yang berbeda, seperti katun, harus dicuci bersama. Kain kebutuhan khusus. Buat tumpukan untuk kain kebutuhan khusus seperti sutra, wol, atau beludru. Ini akan sangat sering perlu dibersihkan kering. Konsultasikan dengan label perawatan jika kamu ragu. Kain halus atau vintage. Kain-kain ini mungkin perlu dry clean atau setidaknya dicuci sendiri. Baca Juga Coba Pakai 4 Fashion Item Ini saat Kencan Pertama di Malam Hari 3. Bersihkan Pakaian a. Membersihkan noda terlebuh dahulu Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah membersihkan baju bekas dari noda yang ada. Ini penting, karena mencuci pakaian sebelum membersihkan nodanya terlebih dahulu dapat membuat noda tersebut mengeras. Noda tersebut pun akan jauh lebih sulit untuk dihilangkan. Gunakan produk penghilang noda pada noda yang menurut Kawan Puan dapat dihilangkan. Atau bisa juga menggunakan pemutih atau bleach pada kain putih yang kotor. b. Cuci pakaian menggunakan air dengan suhu yang sesuai. Hal ini tergantung pada usia dan kain pakaian bekasmu, Kawan Puan harus menggunakan suhu air yang sesuai untuk mencucinya. Jika tidak, pakaian dapat menyusut atau air suhu panas dapat merusak bahannya. Adapun pedomannya adalah - Cuci kapas dalam keadaan dingin, karena air panas dapat menyusutkannya. - Cuci kain berwarna dalam air dingin, karena air panas dapat membuatnya Pertimbangkan untuk mencuci kain yang sudah menyusut atau kain sintetis dengan air hangat. Baca Juga Ini Rekomendasi Busana Kondangan yang Stylish untuk Ukuran Plus Size c. Keringkan pakaian Mengeringkan pakaian bekas dengan tepat juga penting untuk memastikan kamu membersihkan dan mengawetkan benang baru dengan benar. Pada akhirnya, jika Kawan Puan mengeringkan pakaian dengan tidak benar, kamu dapat merusak pakaiannya. Maka dari itu, selalu pastikan untuk mengeringkan pakaian dengan benar dan ikuti label perawatan pada pakaian bekas. Ada beberapa bahan yang tidak boleh dimasukkan ke dalam pengering, antara lain baju renang, bra, dan hiasan tertentu seperti payet. Jemur pakaian atau bahan apa pun yang menurutmu tidak bisa dimasukkan ke dalam mesin pengering. 4. Periksa Detail a. Hilangkan bau Setelah mencuci pakaian, kamu mungkin perlu mengambil langkah ekstra untuk membersihkan atau menghilangkan bau dari pakaian bekas. Ini penting, karena beberapa aroma dapat bertahan melalui pencucian biasa. Ada beberapa cara untuk menghilangkan bau dari baju bekas - Gunakan active charcoal. Tempatkan kain di dalam kantong plastik dan tempatkan tas di plastik kedap udara selama beberapa hari dengan arang aktif. Arang akan menghilangkan bau dari pakaian. Namun, ingat, jangan biarkan arang bersentuhan langsung dengan pakaian bekasmu yah. - Uap baju bekasmu. Cara mudahnya mengukus pakaian dapat membantu menghilangkan bau lama atau bau tidak sedap. - Oleskan pakaian dengan cuka putih. Dalam banyak kasus, cuka putih asam akan membantu menghilangkan bau dari pakaian lama. Ini bekerja paling baik dengan pakaian putih yang lebih baru, tetapi mungkin terlalu abrasif untuk warna gelap. Baca Juga Pakai Baju dengan 4 Warna Ini untuk Tampil Modis di Tahun 2022 b. Ganti bahan yang sudah rusak Elemen penting lainnya dari membersihkan baju bekas adalah mengganti bagian pakaian yang rusak atau berantakan. Dengan mengganti bagian yang bermasalah, kamu akan membantu memulihkan pakaian bekasmu dan memastikannya bersih, tampak baru, dan memperpanjang usia pakainya. Lepaskan semua kancing atau pita yang ternoda atau sobek. Tambal atau jahit semua robekan atau robekan pada pakaian baru. Perbaiki jahitan yang sobek dan bagian lain yang perlu diperbaiki. c. Simpan pakaian dengan benar Terakhir, untuk memastikan baju bekasmu bersih adalah menyimpannya dengan benar. Ketika kamu menyimpannya dengan benar, maka kamu akan menjaganya tetap bersih dan mencegahnya mengembangkan bau baru. Berikut caranya - Gantung pakaian di lemari dan kamu akan memastikan bahwa pakaian itu dapat keluar dan tidak pengap di laci. - Tempatkan pewangi di lemari Kawan Puan. - Pastikan lemari sejuk dan memiliki kelembapan rendah. Memiliki lemari yang sejuk dengan kelembapan rendah akan mencegah tumbuhnya jamur dan lumut, serta memperlambat kerusakan pakaianmu. Itu dia beberapa cara untuk membuat baju bekasmu terasa seperti baru. Selamat mencoba.* Baca Juga 7 Warna Baju Berikut Ini Bisa Bantu Tingkatkan Mood Jadi Lebih Baik
Unduh PDF Unduh PDF Daripada membeli kaus kaki baru setiap kali kehabisan kaus kaki yang bersih, Anda mungkin ingin belajar cara mencuci baju. Mengetahui cara mencuci baju adalah keterampilan hidup yang penting, apalagi jika baju mulai bau. Kalau tidak tahu, Anda mungkin harus menambah anggaran untuk membeli kaus kaki baru setiap minggu. Ikutilah langkah-langkah berikut ini dan Anda akan terampil mencuci dan mengeringkan baju dengan cepat. 1 Pilah-pilah baju menjadi beberapa tumpukan. Ketika mencuci baju, ada dua hal yang harus diperhatikan apa warna baju tersebut dan apa jenis bahan pembuat baju tersebut. Tidak semua bahan baju bisa menggunakan jumlah tekanan air atau tingkat pengeringan yang sama. Pisahkan baju berwarna terang dengan berwarna gelap. Ketika mencuci baju, apalagi baju baru, sebagian warna pada kainnya akan pudar itulah mengapa baju yang sudah lama warnanya lebih pudar daripada baju baru yang berwarna terang. Baju yang berwarna putih, krem, atau warna pastel yang terang pucat harus dikumpulkan ke dalam tumpukan baju “putih”. Sedangkan baju berwarna yang lain dikumpulkan ke dalam tumpukan baju berwarna “gelap”. Jika Anda tidak memisahkannya, kemeja baru yang berwarna biru terang bisa melunturkan baju berwarna putih menjadi biru. Pisahkan baju berdasarkan jenis bahannya. Beberapa jenis bahan kain, seperti denim atau kain tebal seperti handuk perlu dicuci dengan sistem pengaturan yang lebih berat daripada pakaian dalam dari sutra yang dicuci dengan pengaturan lembut. Anda harus memisahkan baju berdasarkan pengaturan pencucian bahan baju yang akan dicuci. Ingat, handuk dan seprai tidak boleh dicuci bersama-sama. Mesin cuci bukaan atas harus digunakan untuk handuk, sedangkan seprai harus dicuci dengan mesin cuci bukaan depan Mesin cuci bukaan depan tidak terlalu kuat bekerja sehingga seprai tidak terlalu kusut. 2 Bacalah label perawatan’ pada baju. Label pada baju tidak dimaksudkan untuk membuat leher gatal saat label itu bergesekan dengan kulit. Label itu dipasang untuk membantu Anda dalam proses pencucian. Jika Anda ragu bagaimana caranya mencuci sebuah baju, lihat labelnya. Label itu memberi informasi tentang jenis bahan baju, bagaimana cara mencucinya, dan bagaimana cara mengeringkannya. Beberapa jenis baju perlu di-dry clean atau dicuci dengan tangan lihatlah Metode Dua untuk mengetahui caranya. Label perawatan pada baju akan menunjukkan apakah salah satu metode pencucian itu perlu dilakukan atau tidak. 3 Ketahuilah suhu air yang harus digunakan. Mesin cuci memiliki pengaturan suhu yang berbeda-beda karena beberapa jenis kain dan warna memerlukan tingkat panas pencucian yang berbeda-beda. Gunakan air panas untuk baju berwarna terang, khususnya yang kotor. Panas akan menghilngkan noda pada baju berwarna terang. Gunakan air dingin untuk baju berwarna gelap, karena air dingin mengurangi kadar warna yang ada pada baju sehingga baju tidak cepat pudar ketika Anda menggunakan air dingin. Pakaian berbahan katun juga harus dicuci dengan air dingin agar tidak terlalu kusut. 4 Ketahui ukuran muatan yang harus dipilih. Sebagian besar mesin cuci memiliki tombol yang harus diputar untuk memilih ukuran muatan yang tepat terhadap jumlah baju yang akan dicuci secara umum ukurannya adalah kecil, sedang, atau besar. Jika sejumlah baju Anda memenuhi sepertiga tabung mesin, Anda harus memilih ukuran kecil. Jika baju-baju memenuhi dua pertiga tabung, berarti Anda harus memilih ukuran sedang. Jika seluruh tabung mesin terisi baju, Anda harus memilih ukuran besar. Jangan mendorong baju di dalam tabung mesin cuci agar bisa memuat lebih banyak baju. Hal ini bisa membuat mesin cuci menjadi macet atau rusak. Anda bisa melakukan pencucian tahap kedua dengan beberapa baju. 5 Ketahuilah tahapan pencucian yang akan dipilih. Seperti suhunya, mesin cuci juga memiliki tahapan pencucian yang berbeda, karena jenis baju yang berbeda-beda membutuhkan tingkat pencucian yang berbeda pula.[1] Pengaturan Biasa/Normal Pilihlah pengaturan ini ketika mencuci baju putih. Pengaturan ini akan membuat baju putih menjadi bersih dan segar. Tekanan permanen Gunakan pengaturan ini untuk baju berwarna. Pencucian dengan pengaturan ini memerlukan air hangat dan diakhiri dengan air dingin, sehingga warna baju terlihat cerah. Lembut Seperti yang Anda tahu, pencucian ini adalah untuk segala sesuatu yang relatif lembut beha, sweater katun, kemeja, dan lain sebagainya. Pastikan baju-baju lembut Anda tidak perlu di-dry-clean atau dicuci tangan periksa label untuk memastikannya. 6 Tambahkan cairan pencuci dan tutup penutup mesin cuci. Cairan pencuci meliputi deterjen, pemutih, dan pelembut baju. Anda bisa memasukkan baju ke dalam mesin cuci dan menuangkan cairan pencuci. Atau letakkan baju di luar mesin cuci, isi mesin cuci dengan air sebanyak sepertiga tabung, tambahkan cairan pencuci, lalu masukkan baju.[2] Deterjen Jumlah deterjen yang Anda masukkan ke dalam mesin cuci tergantung pada seberapa besar muatan baju yang akan dicuci. Biasanya, tutup deterjen berperan sebagai wadah yang telah diberi ukuran. Sepertiga tutup botol deterjen untuk mencuci baju dalam jumlah kecil, dua pertiga untuk jumlah sedang, dan satu tutup botol penuh untuk jumlah besar. Tapi, bacalah instruksi pemakaian yang tertera pada botol deterjen. Beberapa deterjen lebih pekat daripada deterjen yang lain, sehingga Anda tidak perlu menggunakan deterjen terlalu banyak. Pemutih Pemutih digunakan untuk menghilangkan noda membandel pada baju atau agar baju putih menjadi benar-benar putih. Ada dua macam pemutih. Pemutih berbahan klorin bagus digunakan untuk membuat baju putih menjadi benar-benar putih namun sebaiknya tidak digunakan untuk baju berwarna. Sedangkan pemutih untuk segala jenis kain bisa digunakan untuk baju berwarna. Pelembut pakaian pelembut ini digunakan jika Anda menginginkan handuk menjadi ekstra lembut. Pelembut pakaian harus ditambahkan pada tahap pembilasan. Beberapa mesin cuci memiliki dispenser untuk pelembut yang bisa Anda tuangkan saat mulai mencuci. Pelembut akan tercampur saat tahap pembilasan pada waktu yang tepat. 7 Pindahkan baju ke bagian pengering dan pilih pengaturan yang tepat. Ingat, ada beberapa baju yang harus dikeringkan dengan cara diangin-anginkan. Periksa label baju. Jika label baju menginstruksikan baju tidak boleh dikeringkan, gantunglah di suatu tempat agar bisa kering. Seperti mesin cuci, pengering juga memiliki pengaturan yang harus dijalankan untuk mengeringkan baju. Tambahkan lembar pengering dryer sheet dan tutup penutup pengering. [3] Pengaturan biasa/berat Baju putih paling baik dikeringkan dengan pengaturan biasa/berat. Baju putih biasanya sudah menyusut sebelumnya dan sesuai dengan sistem pengeringan panas yang lebih kuat dan lebih tinggi tidak seperti baju berwarna yang memudar pada panas tinggi. Pengaturan tekanan permanen Pengaturan ini cocok untuk baju berwarna biasa. Panas dan tekanan sedang akan memastikan kalau baju Anda tidak memudar. Pengaturan Lembut Baju yang dicuci dengan pengaturan lembut harus dikeringkan dengan pengaturan lembut. Pengaturan ini menggunakan suhu udara yang mendekati suhu ruangan dan memperlambat proses pengeringan sehingga baju-baju yang tergolong lembut tidak rusak. Iklan 1 Isilah air ke dalam ember. Biasanya diperlukan sebuah ember yang besar yang bisa menampung 18,5 liter air untuk diisi dengan air sebanyak 7 liter.[4] Jika tidak memiliki ember, Anda bisa menggunakan bak wastafel. Pastikan bak wastafel terpasang, lalu isilah dengan air hangat. 2Tambahkan deterjen lembut. Deterjen jenis ini tidak sama dengan deterjen yang digunakan untuk mesin cuci. Deterjen biasa terlalu pekat dan akan membuat baju yang dicuci tangan terasa kotor. Anda bisa membeli deterjen lembut di bagian yang sama dengan deterjen biasa di toko kelontong. Lihat botolnya untuk memastikan deterjen tersebut merupakan deterjen lembut.[5] 3Rendam baju di dalam air. Masukkan baju ke dalam air sehingga benar-benar terendam. Anda bisa mendiamkannya beberapa saat agar bisa menyerap deterjen secara penuh. 4Bilaslah baju. Bilaslah baju dengan air bersih yang hangat. Anda bisa membilas beberapa baju sekaligus di bawah keran yang Anda gunakan untuk mengisi ember atau bak wastafel. Bilaslah pakaian sampai tidak berbuih lagi dan air yang membilasnya bersih tanpa busa. 5Biarkan baju mengering oleh udara. Anda tidak perlu menggantung baju agar kering, karena menggantung baju akan menyebabkan melar. Letakkan baju pada rak jemuran agar mengering. Cara ini tidak akan membuat melar dan mengurangi kusut karena proses pengeringan. Iklan Periksa saku baju sebelum dimasukkan ke dalam mesin cuci. Jangan biarkan pakaian berada di dalam mesin cuci lebih dari 24 jam, karena akan berbau apak. Jika Anda tinggal bersama orang lain di apartemen atau hidup bersama orang lain yang Anda kenal, maka mencuci bersama akan membantu. Hal ini terutama berlaku untuk baju berwarna merah. Karena umumnya orang memiliki koleksi baju merah yang tidak banyak di lemari pakaiannya. Mencuci bersama-sama akan menghemat waktu dan uang serta mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Di masa-masa awal, baju baru yang berwarna harus dicuci terpisah, kecuali Anda memiliki baju yang sama warnanya. Iklan Hal yang Anda Butuhkan Baju Deterjen Pemutih Pemutih khusus baju berwarna Pelembut pakaian Lembar pengering Mesin cuci Ember/bak wastafel Alat pengering atau area untuk menggantung baju basah Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?
Tips & Trik 27 September 2021 copyright free images Mencuci adalah salah satu aktivitas yang pastinya sudah amat sering Anda lakukan. Kegiatan mencuci bertujuan untuk menghilangkan noda dari baju yang telah Anda gunakan selama seharian penuh untuk sekolah, bekerja, ataupun Anda gunakan untuk tidur di malam hari. Walaupun terkadang mencuci terasa melelahkan, Anda tidak boleh melewatkan kegiatan yang satu ini. Terlebih karena hadirnya Covid-19, Anda perlu mencuci baju lebih bersih lagi supaya noda, kuman, dan virus berbahaya tidak lagi menempel pada baju Anda. Berikut ini ada 7 cara untuk Anda mencuci baju dengan praktis namun tetap dapat bersih secara menyeluruh baik secara manual ataupun menggunakan mesin cuci! 1. Menyiapkan Peralatan untuk Mencuci Baju Hal pertama yang perlu Anda lakukan ketika hendak mencuci pakaian adalah menyiapkan peralatan untuk mencuci terlebih dahulu. Anda bisa menyiapkan baskom, sabun pembersih, produk pelembut, sikat, dan berbagai macam peralatan lain yang Anda perlukan untuk mencuci baju. Pastikan tidak ada yang terlupakan untuk mempermudah Anda dalam proses mencuci nanti. Jika Ada, gunakan deterjen yang memiliki resiko paling rendah untuk menyebabkan baju Anda menjadi luntur dan mampu membersihkan baju dari kotoran secara efektif. Gunakan juga pewangi dan pelembut sesuai selera Anda. Baca juga 4 Tips Jitu Menghilangkan Noda Krayon pada Kain 2. Memasukkan Air ke dalam Baskom Terkadang mungkin Anda memilih untuk menaruh baju di dalam baskom terlebih dahulu baru memasukkan air ke dalam baskom berisikan baju. Namun ternyata hal tersebut bukanlah cara yang tepat. Hal yang harus Anda lakukan adalah menuangkan air ke dalam baskom terlebih dahulu sebelum Anda memasukkan baju yang hendak dicuci ke dalam baskom. Jangan lupa untuk memasukkan air secukupnya, tidak kurang ataupun tidak berlebihan sehingga membuat air tidak tertampung dalam baskom ketika baju kotor Anda dimasukkan. Pastikan air dalam takaran yang pas, sesuai ukuran baskom Anda dan banyaknya baju yang akan dicuci. 3. Tambahkan Deterjen atau Sabun Pembersih Lainnya Setelah itu, Anda bisa mencampurkan air dalam baskom yang telah disiapkan dengan deterjen atau sabun pembersih lainnya yang biasa Anda gunakan. Aduk hingga air dengan deterjen menyatu dengan benar. Jika Anda menggunakan deterjen bubuk, pastikan bubuk deterjen sudah larut dengan baik dan menyatu dengan air. Jika Anda menggunakan deterjen cair, maka Anda tidak perlu mengeluarkan tenaga lebih untuk mencampurkan air dengan deterjen cair tersebut. 4. Rendam Baju dalam Air yang Sudah diberi Deterjen Setelah keseluruhan tahapan persiapan Anda terselesaikan, rendamlah baju Anda di dalam air yang sudah dicampur dengan deterjen. Pastikan semua baju terendam dengan baik, dan Anda telah memisahkan beberapa pakaian yang memiliki tingkat kelunturan tinggi supaya tidak merusak baju Anda yang lainnya. Diamkan selama beberapa menit, hingga noda pada baju terangkat sendirinya. Jika baju Anda memiliki noda yang membandel, Anda bisa mengoleskan deterjen ke noda di baju lalu baru Anda rendam baju selama kurang lebih 15 menit. Setelah itu, gosokkan perlahan menggunakan jari Anda supaya tidak merusak baju. Anda juga bisa menggunakan beberpaa bahan lain seperti cuka, jeruk nipis untuk menghilangkan noda yang membandel. Baca juga 6 Cara Mencuci Pakaian yang Terkena Noda Minyak 5. Membilas Baju dengan Baik dan Benar Selanjutnya jika Anda telah merendam baju Anda di dalam air yang tercampur dengan deterjen, gosok atau kucek secara perlahan supaya baju Anda tidak rusak. Setelah Anda menggosok baju untuk menghilangkan noda di pakaian. Mulailah untuk membilas baju Anda menggunakan air bersih yang sudah Anda siapkan juga di dalam baskom khusus untuk melakukan pembilasan. Jangan bilas di bawah air yang mengalir supaya baju Anda tidak akan melar atau membesar. Masukkan baju ke dalam baskom berisi air bersih, diremas secara perlahan sampai noda dan busa pada baju Anda menghilang. Gantilah air di dalam baskom jika sudah mulai dipenuhi busa dan berubah menjadi keruh. 6. Masukkan ke dalam Air yang Tercampur dengan Pewangi dan Pelembut Jika sudah selesai membilas baju hingga bersih, masukkan baju Anda ke dalam baskom berisikan air yang sudah dicampur dengan air dan pelembut. Pastikan pelembut yang Anda tuangkan sudah cukup dan mampu membuat pakaian Anda menjadi wangi bukan sebaliknya. Rendam baju selama beberapa menit, setelah itu angkat dari air pelembut untuk selanjutnya Anda keringkan. 7. Keringkan Baju Secara Manual ataupun Menggunakan Mesin Pada tahap mengeringkan baju, Anda bisa melakukannya secara manual ataupun dengan bantuan mesin pengering. Namun ada hal yang perlu Anda perhatikan ketika mengeringkan baju secara manual. Jangan sampai membuat baju Anda malah menjadi rusak dengan memeras baju begitu kencang. Anda cukup menekannya dari bagian atas hingga ke bagian bawah untuk menghilangkan air dari baju Anda yang telah dicuci. Jika Anda menggunakan mesin, maka pastikan baju Anda bukan terbuat dari bahan kain yang mudah melar supaya mesin tidak merusak baju Anda. Itulah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mencuci baju supaya bersih secara menyeluruh. Jangan biarkan baju kotor Anda menumpuk dan memakai baju yang kotor secara berulang.